On Facebook

Berita Terkini

Prabowo: Kami Menolak Pilpres 2014 yang Cacat Hukum

Calon presiden Prabowo Subianto siang ini (22/7) tampil dihadapan publik menyampaikan pidato untuk mensikapi proses Pilpres.
Dalam pidato yang disiarkan langsung tvOne ini, Prabowo secara tegas menyatakan pihaknya menolak PILPRES yang cacat hukum karena penuh kecurangan yang massif, terstruktur dan sistematis.

"Proses pilpres 2014 yang diselenggarakan oleh KPU cacat hukum, tidak demokratis dan bertentangan dengan UUD 1945. KPU tidak adil dan tidak terbuka," kata Prabowo berapi-api.

Prabowo juga menuding ada belasan kabupatan di Papua yang sebetulnya tidak pernah melakukan pencoblosan, ada rekomendasi pemilu ulang dari Bawaslu di Jakarta dan Jawa Timur yang tidak dilaksanakan oleh KPU.

"Kami menarik diri dari proses yang sedang berlangsung dan akan menolak apa pun hasil dari KPU," kata Prabowo.

***

PERNYATAAN PRABOWO SUBIANTO
22 JULI 2014


Kalau sekedar mencari hidup enak, saya tidak perlu berjuang di bidang politik.

Demokrasi artinya rakyat berkuasa. Wujud dari demokrasi adalah pemilihan, dan esensi pemilihan adalah pemilihan yang jujur, yang bersih dan yang adil.

Kalu ada yang mencoblos puluhan, ratusan surat suara itu tidak demokratis. Dari Papua saja ada 14 kabupaten yang tidak pernah mencoblos tetapi ada hasil pemilu. Ada 5.000 lebih TPS di DKI yang direkomendasikan PSU tetapi tidak digubris oleh KPU.

Oleh karena itu, kami Prabowo-Hatta mengambil sikap sebagai berikut:

1. Proses penyelenggaraan pilpres yang diselenggarakan oleh KPU bermasalah. Sebagai pelaksana, KPU tidak adil dan tidak terbuka. Banyak peraturan main yang dibuat justru dilanggar sendiri oleh KPU.

2. Rekomendasi Bawaslu banyak diabaikan oleh KPU.

3. Ditemukannya banyak tindak pidana Pemilu yang dilakukan oleh penyelenggara dan pihak asing.

4. KPU selalu mengalihkan masalah ke MK, seolah-olah setiap keberatan harus diselesaikan di MK padahal sumber masalahnya di KPU.

5. Telah terjadi kecurangan masif dan sistematis untuk mempengaruhi hasil pemilu presiden.

Oleh karena itu, saya Prabowo-Hatta akan menggunakan hak konstitusional kami menolak pelaksanaan Pilpres 2014 yang cacat hukum. Oleh karena itu kami menarik diri dari proses yang sedang berlangsung.

Kami tidak bersedia mengorbankan mandat yang telah diberikan oleh rakyat dipermainkan dan diselewengkan. Kami siap menang dan siap kalah dengan cara yang demokratis dan terhormat.

Bagi setiap rakyat Indonesia yang telah memilih kami, kami minta untuk tetap tenang. Yakinlah kami tidak akan membiarkan hak demokrasi diciderai.

Saya menginstruksikan kepada saksi-saksi yang sedang mengikuti proses rekapitulasi di KPU untuk tidak melanjutkan.

Kami menambahkan, bahwa kami tetap minta semua pendukung kami untuk selalu dan tetap tenang. Kami akan berjuang di atas landasan konstitusi, di atas landasan hukum, di atas landasan tidak menggunakan kekerasan apapun.

H. Prabowo Subianto

Video lengkap PIDATO PRABOWO MENOLAK PILPRES 2014 YANG CACAT HUKUM:


LINK: http://www.youtube.com/watch?v=pRzdkPJwNMY&feature=youtu.be


Kemenangan Jokowi di Quick Count Penuh Manipulasi

Menyusul penghitungan suara pilpres oleh KPUD pada sejumlah provinsi yang menunjukkan kemenangan Probowo-Hatta, penghitungan melalui quick count oleh Jokowi-JK dipertanyakan.

"Mendekati rekapitulasi penghitungan suara oleh KPU Pusat, semakin meragukan kredibilitas quick count yang dibayar Jokowi-JK," ujar penasehat Prabowo- Hatta, Letjen (Purn) Suryo Prabowo, Sabtu (19/7/2014).

Hal ini juga sekalian menepis penghitungan real count yang dilakukan oleh kubu Jokowi-JK yang selalu mengklaim kemenangan Jokowi-JK.

Suryo mengatakan, setelah quick count mulai diketahui kejanggalannya oleh publik, pasangan kubu Jokowi-JK beralih pada real count yang dilakukan secara internal.

"Setelah dimanipulasi agar hasilnya sama dengan quick count, hasil real count tersebut dimuat pada situs abal-abal kawalpemilu.org. Jadi ini cuma ganti casing aja, isinya sama," jelasnya.

Lebih lanjut ia menjelaskan, baik hasil penghitungan quick count ataupun real count yang mereka lakukan, tujuannya untuk membentuk opini publik dan menekan KPU.

"Tujuan akhirnya jelas, untuk memaksakan kebenaran sekaligus menteror KPU supaya sama dengan penghitungan mereka," ujarnya.

Dari awal kubu Jokowi-JK, jelasnya, sebenarnya sudah tau Prabowo-Hatta yang akan menang. Namun karena kemenangan Prabowo-Hatta dari Jokowi-JK tipis, membuka peluang mereka untuk menang.

"Mereka memilih tiga cara untuk menang, pertama melakukan kecurangan tapi menuduh kubu Prabowo-Hatta yang curang. Modusnya, mereka lakukan mark up suara melalui pemilih siluman seperti yang terjadi di DKI atau merusak kertas suara Prabowo-Hatta seperti yang terjadi di Sukoharjo," bebernya.

Kedua, lanjutnya, kubu Jokowi-JK memanfaatkan media yang mayoritas mendukungnya untuk lakukan pembentukan opini melalui real count yang memenangkan Jokowi-JK.


"Dan yang ketiga, mereka melakukan tekanan psikis untuk menjatuhkan moral dan mental KPU. Kalau penghitungan KPU berbeda dengan hitungan mereka, hitungan KPU yang salah. Ini modus tetor mental untuk KPU. Kami harap KPU tidak terpengaruh, kami dan TNI siap mendukung KPU agar tetap independen dalam menghitung rekapitulasi suara," tandasnya.

Prabowo Masuk Istana, Mega - Jokowi Menuju Penjara

Untuk apa jutaan rakyat berpartisipasi menghadirkan pemimpin nasional melalui proses pemilu yang sangat sakral dan mahal, bila semua itu hanya berakhir demi pemuasan kekuasaan segelintir orang semata...?

Pertanyaan itu adalah sebuah renungan bagi rakyat di negeri ini, dan semoga menggugah kesadaran para pejuang perubahan yang masih berjiwa idealis dan tercerahkan.


Dalam berbagai kesempatan, calon presiden "terpilih" Prabowo Subianto dengan gagah, berani dan cerdas berkali-kali menggulir pesan penuh makna. Yakni, keadilan dan kesejahteraan merupakan dua masalah penting yang harus konsisten untuk diperjuangkan bersama.

Keadilan dimaksud adalah upaya menegakan hukum guna memastikan penyelenggaraan negara dan pemerintahan terbebas dari kejahatan korupsi serta bertujuan memberi perlindungan atas hak asasi manusia.

Secara spesifik terkait upaya pemberantasan korupsi, Prabowo dengan suara lantang membongkar bahwa setiap tahun telah terjadi kebocoran anggaran lebih dari seribu triliun rupiah.

Penyebab kebocoran tersebut akibat dari "salah urus" pengelolaan sumber kekayaan alam, praktek kartel dan hegemoni atas penguasaan ekonomi nasional oleh segelintir konglomerat asing dan aseng, serta tata kelola keuangan negara yang amburadul dan tidak transparan.

Bila saja uang yang demikian banyak itu dapat diselamatkan, maka akan memberi dampak besar untuk kesejahteraan hidup rakyat banyak. Membangkitkan kamjuan yang signifikan bagi rakyat dan negara untuk bergerak maju ke masa depan dalam menghadapi tantangan globalisasi.

Atas pandangan dan tujuan luhur Prabowo, jelas membuat saya, anda dan seluruh rakyat di negeri ini tergerak untuk mendukungnya. Tapi jalan untuk membawa Prabowo ke kursi kekuasaan guna merealisasikan misi mulia tersebut, tak semudah yang dibayangkan.

Pada tahapan konsolidasi politik untuk memenangkan Prabowo dalam proses pemilu presiden, dua tantangan serius telah menghadang. (Pertama) bila Prabowo menang maka kubu Jokowi akan melakukan perlawanan berupa penciptaan kekacauan nasional melalui provokasi isu kecurangan pemilu. Dengan sasaran jangka pendek bertujuan mendelegitimasi hasil pemilu.

(Kedua) jika rencana memboikot hasil pemilu melalui kerusuhan nasional gagal dilakukan, maka pendekatan jangka panjang adalah memunculkan gerakan oposisi dengan menggandeng kepentingan asing dan aseng untuk melengserkan Prabowo dari kursi kekuasaan. Cara yang biasa digunakan melalui pengarahan aksi massa secara masif dan sporadis untuk menggoyah stabilitas keamanan nasional yang berujung pada desakan melengserkan Prabowo dari tampuk kekuasaan.

Fakta atas kedua skenario itu dalam tiga pekan ini semakin merebak melalui serangkaian isu / opini yang gencar dilakukan oleh jaringan media massa pendukung Jokowi (Metro tv, kompas, detik dan mitra pers terkait). Betapa culasnya kejahatan tersebut dipertontonkan dihadapan rakyat banyak demi melanggengkan kepentingan segelintir orang yang haus akan kekuasaan.

Menyikapi konspirasi jahat dimaksud, menurut saya perlu dihadapi dengan pendekatan yang serius dan efektif. Melalui upaya penegakkan hukum, bukan sebaliknya justru terjebak pada kompromi politik yang bersifat pragmatis.

Tegasnya, di awal terbentuknya pemerintahan Prabowo, terobosan untuk membawa Megawati dan Jokowi ke jalur hukum harus menjadi perioritas utama. Dan semua itu sangat memerlukan dukungan dari seluruh elemen rakyat, guna mendorong rencana KPK untuk memeriksa dan menetapkan Megawati sebagai tersangka dalam skandal kasus BLBI.

Di pihak lain, penanganan kasus korupsi proyek pengadaan Bus Trans Jakarta, merupakan pintu masuk untuk menyeret keterlibatan Gubernur DKI Joko Widodo ke meja hijau. Kasus ini tidak boleh berhenti apalagi hilang begitu saja.

Dengan membawa kedua politisi PDIP (Megawati dan Jokowi) ke ranah hukum, maka dapat dipastikan upaya untuk mengacaukan stabilitas nasional dapat ditangkal. Tegasnya memberi efek jera kepada mereka-mereka yang hendak menjadikan basis politik kepartaian sebagai tujuan untuk menghambat kelangsungan berbangsa dan bernegara dengan cara yang inkonstitusional.


Rakyat sudah muak dan energinya makin terkuras oleh permainan kotor politik para pendukung konglomerat hitam. Kini saatnya bangkit menggalang kebersamaan anak bangsa, mendukung sepenuhnya kehadiran kepemimpinan baru dari hasil pemilu yang sah, yakni Prabowo - Hatta untuk keadilan dan kesejahteraan !

http://visibaru.com/index.php/kolom/1586-prabowo-masuk-istana,-mega-jokowi-menuju-penjara.html

Foto Cantik dan Seksi Nagita Slavina Mariana

Nagita Slavina Mariana Tengker (lahir di Jakarta, 17 Februari 1988; umur 23 tahun) adalah model dan pemain sinetron, serta bintang film Indonesia.

Nagita Slavina, yang akrab dipanggil Gigi' ini memulai kariernya sebagai model iklan pembersih wajah Biore Anti Acne pada tahun 2000. Gigi, yang sekarang menempuh studi ekonomi di UI, pun lalu merambah dunia akting dengan membintangi "Inem Si Pelayan Slebor", sinetron pertamanya. Akting sulung dari dua bersaudara ini rupanya menarik perhatian sutradara lain. Putri pasangan Gideon Tengker (gitaris band lawas beraliran blues, Drakhma) dan Rita Amilia (pemain sinetron yang beralih profesi menjadi produser) ini pun ditawari tampil dalam sinetron "Di Sini Ada Setan". Sinetron ini akhirnya dibuat ke dalam versi layar lebar dengan judul yang sama, "Di Sini Ada Setan".


Foto-foto Nagita Slavina Mariana:




Nagita Slavina Mariana pose sederhana





[imagetag]



emangnya ada ya pose sederhana hehehe ngada-ngada aja ya mbak Nagita Slavina



Nagita Slavina Mariana gaya santai aja





[imagetag]



Nagita Slavina gayanya narsis tapi sok cuek gitu dah hehehe



Nagita Slavina Mariana






[imagetag]




Nagita Slavina memakai seragam sekolah



Nagita Slavina Mariana






[imagetag]



Nagita Slavina wallpaper



Nagita Slavina Mariana pose gaya 2





[imagetag]



Nagita Slavina gaya kantong bolong



Nagita Slavina Mariana black dress





[imagetag]



Nagita Slavina mengenakan black dress



Nagita Slavina Mariana  di dapur





[imagetag]



sedang di dapur pengen masakin sup buat gue ya hahaha



Nagita Slavina Mariana gaya ABG



#98fcde


[imagetag]

Nagita Slavina sedang mengenakan style ala ABG



Design by Fajarnet - Powered by Blogger
Copyright © 2014 Mediasare.com